What's on "Backspacer Listening Party"?


Listening Party barangkali adalah "barang baru" untuk penikmat musik di Indonesia, namun tentu itu tak asing lagi di mancanegara. Listening Party adalah tradisi yang rutin digelar berbarengan dengan rilis sebuah album. Nah di Indonesia yang rilis album tak mendapat "kesakralan" status, Listening Party tentu menjadi barang yang asing. Tak luput dari asumsi itu adalah Backspacer Listening Party, yang digelar gratis oleh komunitas Pearl Jam Indonesia (PJ.Id) pada Sabtu, 10 Oktober 2009 untuk menyambut album terbaru Pearl Jam, Backspacer.

Apa dan bagaimana wujud dari Backspacer Listening Party?

01. MENDENGAR LAGU BARU PEARL JAM
Belum semua mendengar, mengingat album baru akan rilis lokal (rencananya) pada 11 Oktober, keesokan harinya. Belum semua mendengar album ini dipancarkan di tata suara yang bila kita putar di rumah akan menuai komplain (any better way to enjoy rock music?). Atau belum semua mendengar secara kolektif, di mana efeknya bakal lebih dahsyat karena kita bisa langsung berbagi pengalaman itu dengan orang-orang di sekeliling kita yang memiliki passion sama, tanpa harus menunggu, membuka BlackBerry dan mengetikkannya ke Facebook dan milis.

02. MENONTON VIDEO EKSKLUSIF
Karena ini hajatan audio-visual. Tak afdol rasanya tanpa suguhan yang memuaskan mata. Berbagai macam video eksklusif nyaris tak mungkin Anda saksikan di layar kaca bisa dinikmati bersama event Backspacer Listening Party. Termasuk video "Backspacer: The Making of" yang hanya dirilis eksklusif.

03. LIVE ACOUSTIC (FEATURING BRAND NEW PEARL JAM SONGS)
Tak perlu menunggu lama membayangkan bagaimana lagu baru Pearl Jam akan dibawakan live. Or, better yet, bagaimana rendisi akustikalnya? Perfect Ten dan Sonic Wood yang piawai dalam mendalami seputar rendisi musik Pearl Jam akan mengawal Listening Party dengan (setidaknya 6 buah) lagu-lagu baru Pearl Jam dari Backspacer (dan juga lagu klasik mereka). Sebagai bonus, di akhir sesi bisa pula menikmati jam session yang akan membawa kita ke rentang katalog Pearl Jam bersama Stigmata, Alien Sick, Footsteps dan Bittertone.

04. DISKUSI!
Ya, saatnya kita menjadi penggemar yang aktif! Berbagi pendapat dan kesan bersama orang-orang yang memiliki passion sama. Tak hanya membedah musik, namun kita berkesempatan mendengar lebih jauh dibalik kemasan CD/LP Backspacer yang sarat dengan artwork menawan. Atau diskusi lebih jauh tentang Pearl Jam? Mendapatkan sudut pandang orang ketiga, yang tentu akan lebih objektif dalam mengantar Anda mengapresiasi utuh Backspacer secara individu keesokan harinya.

05. GATHERING
Kapan lagi Anda bisa berkumpul dengan fans Pearl Jam dari penjuru Indonesia? Ini kesempatan langka untuk mengupdate informasi tentang Pearl Jam (dan gabung ke PJ.Id), menambah koleksi (ada booth khusus merchandise dan album-album langka), dan yang paling penting: menambah teman! Mumpung masih di bulan baik untuk bersalam-salaman...

06. DONASI
Tak lupa, hajatan ini digelar (unfortunately) di saat beberapa saudara kita tengah kesusahan di Sumatera. Maka ini momen yang juga tepat untuk sedikit berulur sapa dan dana bagi mereka. Dana yang terkumpul akan kita sumbangkan melalui Dana Kemanusiaan KOMPAS.

So, Backspacer Listening Party tentu akan menjadi pengalaman luar biasa untuk mengawali tradisi listening party di Indonesia. Misi kami? Supaya penggemar musik di Indonesia lebih menghargai album musik sebagai hasil karya seni yang patut mendapat apresiasi lebih dari sekedar komoditi komersial!

BACKSPACER LISTENING PARTY
Skipper Cafe, Midpoint II, Senayan, JAKARTA
Sabtu/10 Oktober 2009 | Jam 19.00 WIB - Selesai
FREE!


Information/Details: Novita (081519561052)


*Artwork Poster: Davro

10 Alasan Mengapa BACKSPACER Wajib Dicerna!


Bila tak ada halangan, pada Sabtu 10 Oktober 2009 nanti, Universal Musik Indonesia (UMI) akan merilis album Pearl Jam kesembilan berjudul "Backspacer".


Oleh HELMAN TAOFANI

UMI adalah pemain baru dalam belantara Pearl Jam setelah sebelumnya rilis Pearl Jam di negara kita selalu dipegang oleh Sony Music dan sekali BMG (Benaroya Hall/2003). Langkah UMI ini disambut dengan baik oleh para penggemar Pearl Jam di Indonesia yang tergabung dalam Pearl Jam Indonesia (PJ.Id). PJ.Id membuat acara yang jarang diadakan di Indonesia, berupa "Listening Party" untuk menyambut Backspacer yang akan diadakan di SKIPPER CAFE, MidPoint II, Senayan JAKARTA, pada hari dan tanggal yang sama dengan rencana rilis Backspacer oleh UMI. Tak ketinggalan, sebagai distributor, UMI juga turut mendukung acara PJ.Id lantaran apresiasi untuk CD fisik makin menurun dari tahun ke tahun menyusul serbuan musik digital di internet.

Lantas, apa urgensi PJ.Id menyelenggarakan "Listening Party" untuk Backspacer? Kami beranggapan bahwa Backspacer sangat penting untuk dikampanyekan. Oke, kita akan simpan apresiasi musiknya untuk even Listening Party nantinya, di mana kalian bisa menyampaikan pendapat pribadi tentang Backspacer dalam sesi diskusi (selain live band membawakan lagu Backspacer dan pemutaran video eksklusif) yang juga diadakan dalam acara. Di sini, ada 10 hal kenapa kami menyambut Backspacer dengan antusias yang mungkin bisa membuat Anda sekalian tergerak untuk melangkahkan kaki ke acara Listening Party, atau yang juga kami harapkan, berbondong-bondong ke toko kaset untuk membeli kopi Backspacer untuk Anda sendiri!

01. ALBUM PERTAMA DALAM 3 TAHUN
Yang paling jelas, bagi semua yang suka Pearl Jam, 3 tahun adalah rentang yang cukup lama untuk dibiarkan tanpa rilisan baru. Mari kita hitung cepat! Rentang rilis Versus (1993) dari Ten (1991) hanyalah dua tahun. Sementara Vitalogy langsung rlis tak sampai setahun dari Versus (1994), disusul No Code dua tahun kemudian (1996) serta rentang yang sama untuk Yield (1998), Binaural (2000) dan Riot Act (2002). Avocado (Pearl Jam self/titled - 2006) sedikit keterlaluan karena membutuhkan empat tahun untuk rilis meski tak terasa karena fans disuguh dengan kompilasi Lost Dogs (2004) dan Rearviewmirror (2005). Maka kini giliran Backspacer sebagai album dengan rentang kedua terpanjang yang dirilis Pearl Jam. Ingat betapa segarnya menikmati apukat di album sebelumnya setelah dahaga lama?

02. FAKTOR BRENDAN O BRIEN
Mantan "the sixth member of Pearl Jam" kembali menukangi Stone Gossard dan kawan-kawan. Ini adalah Brendan yang membidani lahirnya Versus sampai Yield! Brendan pula yang bermain surf rock pada lagu "Gremmie Out of Control" (Music for Our MotherOceans 2). Brendan pula yang dianggap sebagai midas oleh banyak musisi, dari level pop sampai heavy metal. Namun dengan Pearl Jam, Brendan mempunyai pakta sendiri, buah dari hasil kerjasama dan hubungan mutual yang solid selama bertahun-tahun. Sempat disela Tchad Blake dan Adam Kasper, kini Brendan O Brien kembali. Nama Brendan adalah asosiasi positif untuk hasil rekaman Pearl Jam.

03. MATT CAMERON ODD SIGNATURE
Banyak yang mengeluhkan mengapa signature drum Matt Cameron kala bergabung bersama Soundgarden tak tampak di tiga album sebelumnya. Mungkin yang mengeluhkan hanya mendengarkan lagu Light Years dan I Am Mine saja. Padahal, bila disimak sejak Riot Act, sumbangsih Matt tak hanya di departemen perkusi, namun juga menulis lagu. Drum pattern-nya dapat dinikmati di beberapa lagu seperti Insignificance (Binaural) atau You Are (Riot Act). Oke, mungkin itu bukan "hits" yang gampang diakses di YouTube seperti halnya contoh sebelumnya. Namun di Backspacer ini, single perdana Pearl Jam, The Fixer ditulis oleh Matt Cameron dengan odd-signature-nya. Simak juga Got Some yang telah beredar mendahului Backspacer. Matt is as great as ever!

04. WICKED ARTWORK
Tom Tomorrow adalah nama pena dari seorang kartunis surat kabar. Menyusul resesi, beberapa jaringan surat kabar di Amerika tutup atau melakukan efisiensi halaman sehingga lahan kerja Tom - yang sohor dengan kartun strip "This Modern World" - menjadi menurun drastis. Vedder memberikan dukungan dengan mengirim surat awal tahun lalu kepada fans Pearl Jam. Namun langkah nyata diambil oleh Ed dan kawan-kawan dengan memberikan Tom pekerjaan prestisus yakni merancang artwork untuk Backspacer. Artwork album dan Pearl Jam adalah entitas tak terpisahkan. Dan Tom bekerja dengan sangat bagus menyajikan gambar-gambar kartun yang maknanya menjadi puzzle tersendiri untuk para fans.

05. PENUH DENGAN PESAN POSITIVISME
Era kegelapan dan depresi secara personal sudah pernah dijajal Pearl Jam dalam serial album di awal karir. Lalu kontemplasi transendental juga dicicip melalui No Code dan Yield. Materi politis dirambah pula pada 3 album sebelum Backspacer. Dan kini, di saat Amerika memiliki kepemimpinan baru yang kandidasinya mereka dukung, Pearl Jam menyebar positivisme. Pesan-pesan yang mereka tuangkan dalam beberapa lagu di Backspacer menggarisbawahi nilai-nilai positif dari humanisme seperti kerja keras, semangat saling membantu, menyambut harapan dan sebagainya. Di Amerika ini perlu karena di sana tengah dilanda resesi terburuk setelah depresi besar di tahun 1930an. Namun pesan ini tentu sangat penting juga untuk disampaikan ke seluruh dunia!

06. CONCISE, SHARP AND SHORT
Total clocking time: 36 menit! Ini adalah album Pearl Jam yang terpendek yang pernah mereka buat dari sisi waktu. Mereka kembali bermain dengan mematahkan stereotipikal dan persepsi klise mengenai kualitas lagu ditinjau dari sisi waktu. Lagu berdurasi banyak tak selalu berbanding lurus dengan kualitas. Mari kita ingat The Beatles, The Ramones dan bahkan Nirvana! Mereka bisa membuat album bagus dengan total waktu yang tak terlalu panjang. Backspacer layak dicoba, dan tak akan jenuh diputar berulang-ulang. Sambil menonton sepakbola, kita bisa 3 kali spin CD Backspacer yang tak akan membuat bosan!

07. EFEKTIVITAS MARKETING
Pearl Jam bergerak independen kali ini. Namun bukan berarti mereka tanpa effort dalam hal promosi dan pemasaran. Target, sebuah korporasi retail (semacam Matahari bila di Indonesia) digandeng sebagai partner untuk memasarkan album. Komersil? You guess! Mereka berpikir karena independen, album haruslah mudah diakses oleh seluruh kalangan. I called it brilliant! Buktinya, untuk worldwide release yang tak semua negara dijangkau Target, Pearl Jam tetap bekerjasama dengan distributor yang punya jaringan luas. Universal digaet, yang seharusnya membuat kita bersyukur karena Indonesia tetap bisa masuk dalam jaringan distribusi internasional. Masih juga berpikir komersial? How about this: Pearl Jam juga menyalurkan eksklusif konten yang berbeda untuk album Backspacer melalui jaringan toko musik independen. Mereka mendukung jejaring kecil dalam industri musik yang tentunya akan tergencet bila tetap bekerja dengan label besar. Dengan menentukan Target sebagai partner, Pearl Jam bisa tetap mengembangkan konsep pemasaran yang ideal menurut mereka, karena Target sebagai retailer barang umum tentu tak akan memandang toko-toko rekaman independen sebagai rival mereka.

08. PLATINUM!!!
Efektivitas marketing yang membuahkan hasil. Di banyak negara, termasuk Polandia, Portugal dan Australia album Backspacer membuahkan hasil platinum. Ini tentu kasus langka di era digital lantaran seperti halnya album lain, Backspacer telah bocor sekitar 15 hari sebelum tanggal rilis. Banyak yang menduga bahwa bocornya album ini sedikit diabaikan oleh Pearl Jam lantaran mereka beranggapan bahwa versi CD-nya tetap mempunyai nilai jual sendiri bagi fans musik sebenarnya. Anggapan yang makin didukung ketika gilanya mereka melepas streaming penuh album Backspacer dalam situs resmi mereka (www.pearljam.com) yang tentu bisa dengan mudah diunduh oleh banyak pihak. Dan sejauh ini, dengan raihan sales yang menggembirakan, artinya konsep Pearl Jam memang berjalan. Album fisik tetap diserbu penggemar dan mencatatkan diri dalam status penjualan bagus di seluruh dunia.

09. LEBIH BAIK DARI ALBUM LAINNYA
Ini adalah anggapan dari situs MetaCritic. MetaCritic adalah agregator kritik dari berbagai media terpandang untuk membuat suatu kesimpulan rating sebuah album. Backspacer yang rilis pada 20 September menghadapi kompetisi yang tak gampang karena harus digempur oleh band-band yang kurang lebih "sealiran". Paramore, Black Crowes, Muse, Alice in Chains dan Phish merilis album mereka dalam bulan September, yang tentunya akan menjadi pesaing Backspacer dalam hal berebut pasar. Namun Backspacer, menurut MetaCritic, memperoleh rating yang lebih baik daripada album lain yang rilis bulan September. Backspacer meninggalkan Popular Songs (Yo La Tengo), Brand New Eyes (Paramore), Crash Love (AFI), The Boy Who Knew That Much (Mika), Before the Frost...Until the Freeze (Black Crowes), The Resistance (Muse), Black Gives Way to Blue (Alice in Chains), dan Joy (Phish) dengan review yang dikumpulkan dari media-media ternama seperti Rolling Stone, Spin, Q Magazine dan sebagainya.

10. NOMER 1 DI BILLBOARD CHART
Dan inilah bukti sahih, kulminasi dari butir-butir di atas, ketika pertama dalam 13 tahun terakhir (setelah No Code) album Pearl Jam bertengger di urutan pertama tangga lagu Billboard untuk SEMUA kategori! Mereka menggusur Jay-Z, yang notabene merupakan artis paling digemari di Amerika secara populis.

So, let's have a Backspacing time!

BACKSPACER LISTENING PARTY
10 Oktober 2009 | Jam 19.00 WIB-Selesai
Skipper Cafe
MidPoint II, Senayan
JAKARTA SELATAN

FREE!!!
We're gonna let you keep your money to buy yourself a copy of Backspacer!

PJ.Id di Harian KOMPAS


Pearl Jam Indonesia (PJ.Id) diliput oleh media. Kali ini cukup prestise lantaran yang memuat adalah harian Kompas. Di edisi Minggu (27/9), pada rubrik komunitas, dipaparkan tiga buah artikel tentang PJ.Id. Bagi yang ketinggalan versi cetaknya, masih bisa dibaca di edisi online-nya di website Kompas.

Berikut cuplikan singkatnya:

Pokoknya Pearl Jam, Titik!

Budi Suwarna

Lagu milik Pearl Jam, ”Alive”, dimainkan. Seketika belasan anak muda melompat ke panggung, berjingkrak-jingkrak, dan berebut mikrofon untuk menyanyikan lagu tersebut. Malam itu, mereka merasa benar-benar menjadi Eddie Vedder, vokalis Pearl Jam.

Mereka adalah anggota Pearl Jam Indonesia (PJId), yakni komunitas penggemar grup rock Pearl Jam yang berasal dari Seattle, Amerika Serikat, dan populer pada era 1990-an. Grup itu sekarang terdiri dari Eddie Vedder pada vokal, Jeff Ament (bas), Stone Gossard (gitar rhythm), Mike McCready (gitar utama), dan Matt Cameron (drum).

Akhir Agustus lalu, PJId berkumpul di sebuah studio musik di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Sebenarnya, acara utama mereka menyaksikan latihan grup Perfect Ten+Nito yang akan tampil di acara Pearl Jam Night. Yang terjadi, belakangan para penonton itu justru mengambil alih panggung dan ”memaksa” vokalis band tersebut untuk berbagi mikrofon.

”Kalau sudah mendengar lagu Pearl Jam, kami lupa diri. Maunya ikut menyanyi,” kata Awang Dimjati (29), anggota PJId. Dia bahkan beberapa kali ”kabur” ketika sedang diwawancarai. ”Maaf, saya ke dalam dulu mau ikut nyanyi,” kata Awang ketika mendengar lagu ”Betterman” dimainkan.

Komunitas ini memang penggemar tulen Pearl Jam. Buat mereka, tidak ada grup rock sehebat Pearl Jam. Begitu fanatiknya mereka, beberapa anggota enggan mendengar musik lain selain Pearl Jam.

Baca selengkapnya di sini.

Artikel lainnya:
"Andai Pearl Jam Main di Cirebon"
"Pindah ke Jakarta demi Pearl Jam"

Foto: Kompas/Budi Suwarna

Artikel Der Spiegel (Translated)



Via link di milis BUGS, diterjemahkan dari bahasa Jerman ke Inggris via Translator Google, maaf kalau terjemahannya rada aneh, tapi masih bisa direka-reka maksudnya.(/FAR - foto: Steve Gullick/Universal Music)


U.S. rock star Pearl Jam
Even fighters times need a break

By Andreas Borcholte

Policy can be damned hard work. The best proof of Pearl Jam. Hardly a U.S. rock band pushed himself so fiercely against the Bush administration, like the grunge veterans. Thanks to treat Obama the boys finally have a break from political activism - and again sound fresh.

Eddie Vedder is relaxed. Completed on the eve of the singer, songwriter and frontman of the band Pearl Jam a highly acclaimed performance in front of diehard fans and friends at London's Shepherd's Bush Empire - a small concert venue for a stadium band like Pearl Jam, but that the atmosphere was more intense. Vedder's face lights up when he recalls: "Actually it was yesterday, just to get some way through the evening. We suffered from the worst jet lag I have ever experienced felt as such, like a cat eight times," says the 44 -- old, who on the stage like emptying a whole bottle of red wine once. "But then I was really touched by how well the new songs reached the public, and then there were suddenly all these good friends who had come specially for us. That was a big joke."

We're talking about Yusuf Islam, formerly Cat Stevens, who has worked recently with Vedder and immediately brought his whole family, and by Rolling Stone Ronnie Wood and Simon Townshend, who both came on stage to a few songs with Pearl Jam to play. No question, the band is as popular as ever with its wide-ranging, globally networked fans, the "Jamily," as she is affectionately known in forums and blogs. Who in this community of hardcore fans thinks anything of himself, sometimes even sacrificing his vacation and a lot of savings, hinterherzureisen by Pearl Jam on tour. Not for nothing, the Seattle grunge veterans are compared again with the sixties-rock legends The Grateful Dead, which had a similarly well-organized followers.

It was last viewed it from the outside did not look good for Pearl Jam. After almost 20 years in the rock music business seemed a lot of air out of the once virtuosic and musical rock group of the Seattle era to be escaped. The published at the beginning of Nullerjahre albums were heavy duty, brooding monsters full of heartfelt emotion and great rock gesture, but without clear direction, and often without really good songs.

Waves and U.S. presidents come and go
On "Backspacer", which these days appears eighth album of the band, feel fatigue and exhaustion, nothing more. Energetic, powerful and hard-hitting, most recently has become a classic on their debut album "Ten" (1991) suggest Vedder, guitarists Mike McCready and Stone Gossard and bassist Jeff Ament and drummer Matt Cameron, a new chapter in its turbulent history, which could hardly be more exciting . And apolitical. Has Activism against all sorts of societal ills, the Eddie Vedder of his band from the outset to impose demands and, at least temporarily come in the music of the band to rest. Perhaps therein lies the secret of the freshness of "Backspacer.

"I like to compare it with surfing," says Vedder, an avid surfer, who often spends hours alone with himself and the elements on the ocean. "When you begin, you must first through the flat, choppy water swim at the beach before you get to the really big waves. So it is just us as a band. We have a new government, she's only half a year Office, because you can not say much. Barack Obama has made in the very first weeks, a few important points - and one can only hope that he succeeds in bringing about real change. The next big wave, the important issues where We want to engage us and need, but they are determined. But until then we are very pleased with our herumzupaddeln in shallow water and have fun. "

The man who has braced himself in the nineties on a cartel of concert ticket-sellers say, for civil rights and environmental commitment and in the last eight years become one of the most vehement voices against the policies of the Bush administration has been the U.S. entertainment. Maybe was for Pearl Jam in recent years, what is U2, the other major rock band accuses often: The policy had pushed the music in the background. The more explicit Vedder publicly denounced, as George W. Bush led the country to the abyss, the undecided were the plates, published the Pearl Jam. That the band still survived, it has mainly due to their loyal fans.

Not a normal rock band, an institution
"The support of our fans, makes us all the freedoms that we need and have needed: to make our own decisions, be no interviews, no rotate video clips. This form of support is quite rare, and we have never taken for granted . But it has become over the years a solid foundation for us, "said Vedder, who gets genuinely embarrassed when we confronted him with the fact that he was hailed as a messiah on the eve of the crowd. "Eddie, Eddie, Eddie!" Chanted the audience again and again until the band visibly sweaty and happy addition to playing an encore.

Pearl Jam are just not a normal rock band, but an institution that gives its supporters a lot more than just a hot night with loud music or every few years an album of new songs that deal with soul searching, melancholy and self-discovery. The tape, Vedder, the mid-nineties, is overshadowed by the tragic suicide of Nirvana singer Kurt Cobain, almost completely deprived the public to the glamor event of the grunge boom to escape, as one of the few instances of honest, upright rock. It is a league that has not many members, at a time no longer associated in the Rock is occurring with rebellion, and celebrated hip-hop stars such as stock market entrepreneurs. Bruce Springsteen is one of the last upright, Neil Young and Bob Dylan, perhaps even Patti Smith. And Eddie Vedder.

The singer, who had always been no particular fondness for the media and gave interviews on his eloquent favorite band mates, has in recent years, many even have to overcome, to go with his anger over the political situation to the public. His involvement he regards as a "civic duty", as his responsibility as an American citizen.

When students mangy demolish the house
"I just had to do something. The media, politicians, all made with this campaign of lies, had constructed the Bush and Cheney to lead the war in Iraq can. You only wanted it, the companies were in league with whom they gain, like Halliburton contracts worth millions. But there were lives at stake on both sides! Eventually you'll get so frustrated that you want to give your anger expression. It is ultimately not only our right guaranteed in the Constitution, it is even an obligation, which is set in this magnificent document. "

So Vedder and his band moved through the country and said the apathetic, pleasure-loving youth, what went wrong in his country. In the end, one could sum it up willingly, then Barack Obama won with his promise of great change, of change, elections, and provided a sigh of relief. Even with Pearl Jam. "Our music has been less accessible over the years a bit. The new record is now once again become more open, more direct," says Vedder. "But this was no conscious decision. It was as if you cancel you think about the house once in a different color: Hey, we've never tried yellow, let us try it. Lo and behold, it looks pretty good from. "

And also for his country Vedder a craft metaphor ready: "Imagine if you rent the most beautiful house on a gang of drunken students, the worst, mangiest variety. The take it apart completely, so that one must herrichten the whole thing just once. But we are still not long arrived at the decorating, we must first rebuild the foundation. "

Pearl Jam have done exactly that with its new color of fresh wood and fragrant plate already.

Iklan Target untuk Backspacer



Seperti yang telah kita ketahui, penjualan retail Backspacer di Amerika melalui jaringan toko Target (untuk CD fisik, non-exclusive karena juga disalurkan melalui toko2 rekaman independen) dan iTunes (untuk digital download).

Berikut adalah iklan Target untuk album Backspacer. Iklan yang disutradarai oleh Cameron Crowe (Singles, Almost Famous) ini menggunakan stock footage utama yang sama dengan music video resmi "The Fixer", hanya saja image di layar2 background performance Pearl Jam (green-screen) menggunakan image2 Target. (/FAR)